PT Sekar Melati Unggul Sejahtera
 
Sabtu, 26 Juli 2008
Sorini Akan Bangun Pengolahan Singkong Capai Rp1,5 Triliun di Sulsel
PT SORINI CORPORATION Tbk
(Picture by www.indoexchange.com)

Jakarta (ANTARA News) - PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk merencanakan pembangunan pabrik pengolahan singkong di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan nilai investasi mencapai sekira Rp1 triliun hinggai Rp1,5 triliun. "Nilai investasi itu tersebut untuk mengakuisisi lahan perkebunan singkong, pabrik pengolahan tepung singkong dan infrastruktur di sekitar lokasi," kata Presiden Direktur Sorini, Haryanto Adikoesoemo, di Jakarta, Rabu. Mengenai lahan yang akan diakuisisi, Haryanto mengatakan, hal itu masih dalam pengkajian dan perhitungan. "Kami masih mendata kebutuhan lahan yang diperlukan untuk ekspansi tersebut," katanya. Dia mengemukakan, saat ini perseroan memerlukan 200.000 ton tepung tapioka atau setara dengan 900.000 ton singkong. "Satu hektare lahan bisa menghasilkan 20 sampai 25 ton tepung. Karena itu kami butuhkan sekitar 40 ribu hektare lahan," ujarnya. Mengenai pembiayaan investasi, ia menyatakan, perseroan merencanakan pinjaman baru dari bank atau menerbitkan obligasi serta dari kas internal. "Kami perkirakan komposisi pinjaman sekitar 60 persen dan 40 persen lagi dari kas internal," kata Haryanto. Menurut dia, pabrik tepung tapioka yang akan dibangun di Sulsel tersebut untuk memenuhi kebutuhan bakan baku. Selama ini kebutuhan tepung tapioka dipasok dari perusahaan sendiri dan luar negeri yakni Thailand. Selain itu, katanya, perseroan masih melihat potensi keuntungan dari produk sampingan tepung tapioka yakni etanol sebagai bahan bakar alternatif. "Potensi permintaan etanol di pasaran dunia cukup tinggi," ujarnya menambahkan.

Label:

posted by PT Sekar Melati Unggul Sejahtera @ 16.26   0 comments
Potensi Bahan Baku
(Picture by blogs.metrowestdailynews.com/food for thought)

Indonesia termasuk sebagai negara penghasil ubi kayu terbesar ketiga (13.300.000 ton) setelah Brazil (25.554.000 ton), Thailand (13.500.000 ton) serta disusul negara-negara seperti Nigeria (11.000.000 ton), India (6.500.000 ton)dari total produksi dunia sebesar 122.134.000 ton per tahun (Bigcassava.com, 2007).
Salah satu jenis industri yang cukup banyak menghasilkan limbah adalah pabrik pengolahan tepung tapioka (tepung singkong). Dari proses pengolahan singkong menjadi tepung tapioka, dihasilkan limbah sekitar 2/3 bagian atau sekitar 75% dari bahan mentahnya. Limbah ini biasa disebut onggok . Warga sekitar pabrik tapioka sangat akrab dengan Bahan yang bernama onggok dan tahu persis sedahsyat apa baunya. Dalam keadaan kering sekalipun, onggok sudah mengeluarkan bau tak sedap, apalagi dalam keadaan basah saat musim hujan. Tidak mengherankan bila sering terdengar keluhan para penduduk sekitar pabrik pengolahan tepung tapioka seperti didaerah Mesuji, Menggala, Way Jepara (Lampung), atau di sekitar Tayu (Pati), dan di Tasikmalaya (Jawa Barat) (Amri, 1998).Onggok merupakan limbah atau hasil samping proses pembuatan tapioka ubikayu. Ketersediaannya terus meningkat sejalan dengan meningkatnya produksi tapioka. Hal ini diindikasikan dengan semakin luas areal penanaman dan produksi ubikayu. Luas areal tanaman meningkat dari 1,3 juta hektar dengan produksi 13,3 juta ton pada tahun 1990 menjadi 1,8 juta hektar dengan produksi 19,4 juta ton pada tahun 1995 (BPS, 1996). Dilaporkan pula bahwa onggok tersebut memiliki potensi sebagai polutan di daerah sekitar pabrik. Penggunaan onggok dalam penyusunan pakan ternak sangat terbatas, padahal kandungan serat kasar yang tinggi (lebih dari 35%).
Berdasarkan kontribusi terhadap produksi nasional terdapat sepuluh propinsi utama penghasil singkong yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sumatera Selatan dan Yogyakarta yang menyumbang sebesar 89,47 % dari produksi Nasional sedangkan produksi propinsi lainnya sekitar 11-12 % .Di Daerah Istimewa Yogyakarta terutama di Kabupaten Gunung Kidul dari tahun 1998 sampai dengan 2005 mengalami fluktuasi produktivitas anatar 127 kw/ha samapi 174 kw/ha dan produksi tertinggi sebesar 812.321 ton.(Martono dan Sasongko, 2007).
Ditulis pada Juni 12, 2008 oleh natadecassava

Label:

posted by PT Sekar Melati Unggul Sejahtera @ 16.19   0 comments
AKR siap ekspansi ke sektor hulu
(Picture by www.detikfinance.com)

JAKARTA: PT AKR Corporindo Tbk akan melakukan ekspansi usaha ke sektor industri agribisnis yaitu perkebunan singkong, yang merupakan industri hulu dari kegiatan produksi sorbitol perseroan. Ekspansi ke sektor agribisnis tersebut akan dilakukan lewat anak usaha perseroan yaitu PT Sorini Corporation Tbk yang rencananya akan berganti nama menjadi PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk. Presdir AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan rencana ekspansi tersebut dapat direalisasikan mulai tahun depan apabila para pemegang saham menyetujui rencana itu pada rapat umum luar biasa pemegang saham yang digelar hari ini.


"Kami mau masuk ke perkebunan singkong yang akan kami lakukan dengan menggunakan model inti dan plasma, jadi kami akan bekerja sama dengan petani. Kami juga harus mengganti maksud, tujuan, dan juga nama perusahaan [Sorini]," katanya baru-baru ini. Namun, usaha agribisnis perseroan tersebut diperkirakan baru akan dapat menghasilkan keuntungan dalam lima tahun mendatang. Dia menambahkan pasokan tepung tapioka, yang terbuat dari singkong, merupakan bahan baku utama bagi pabrik sorbitol perseroan. AKR Corporindo, melalui Sorini, memiliki empat pabrik di Indonesia dan satu pabrik lainnya di China. Dua pabrik sorbitol perseroan berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Dua pabrik lainnya merupakan penghasil tepung tapioka yang berlokasi di Ponorogo, Jawa Timur dan Lampung.

Pabrik tepung tapioka perseroan yang berlokasi di Lampung mulai dibangun pada Desember 2005 dan telah berproduksi mulai awal bulan ini, sehingga ditargetkan dapat berproduksi pada kapasitas penuh pada bulan depan. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 200 ton tepung tapioka per hari dan akan berproduksi minimal 250 hari per tahun. Menurut dia, dua pabrik sorbitol perseroan saat ini membutuhkan 200.000 ton tepung tapioka per tahun. AKR merupakan produsen sorbitol terbesar di Asia Pasifik dan kedua terbesar di dunia.

Oleh
Yeni H. Simanjuntak
Bisnis Indonesia

Label:

posted by PT Sekar Melati Unggul Sejahtera @ 16.05   0 comments
about me
Udah Lewat
Archives
judul

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. Aenean viverra malesuada libero. Fusce ac quam.

judul

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus. Aenean viverra malesuada libero. Fusce ac quam.

Links
Templates by
Blogger Templates